Kamis, 06 Agustus 2009

SAYA SAYA DAN SAYA BUGS PANCIL

saya saya dan saya bugs pancil

Oke, kita awali pertemuan kita dengan menjelaskan

Apa itu SAYA
pancil
?

SAYA pancil adalah salah satu bagian
dari bocah delapan belas (sekarang) tahun bernama bagus pandu imawan (saya). Dari berbagai macam
kepribadian yang saya punya, mungkin bisa dibilang saya bugs adalah bagian terpenting, kenapaa? karena saya bugs lah yang selalu mewarnai hidup saya
dengan berbagai macam keanehan duniawi.
Sebagai contoh:

Suatu hari saya sedang berjalan-jalan ke sebuah mall berbentuk panjang (awalnya
saya bingung, kenapa bentuknya aneh?). Saya berjalan, berjalan, dan berjalan,
menghabiskan waktu untuk melihat-lihat barang yang sebenarnya tidak bisa saya
beli. Tapi dengan modal uang SEPULUH RIBU, saya memberanikan diri datang ke mall
itu. Dan dengan uang sepuluh ribu itulah saya membeli minuman disebuah restaurant. Tiba-tiba saya pancil muncul dalam kepala saya dan
menciptakan sebuah permainan baru bernama “Mari Telusuri Dinding Itu.”. Dengan
kadar kemaluan yang rendah saya menulusuri dinding mall. Toko demi toko saya
masuki dan saya keluari, saya masuki lagi dan saya keluari lagi, saya masuki
lagi dan saya keluari lagi. Teruuus sampai akhirnya saya sampai ke restaurant
tadi. Permainan yang aneh memang, tapi cukup mendebarkan. Melihat bagaimana
pegawai-pegawai toko memperhatikan dengan heran mengeluarkan mata melotot
mereka seakan tak percaya pada apa yang sedang saya lakukan. Mungkin mereka
berpikir bahwa saya adalah tipe pengunjung yang paling mereka benci, HANYA MELIHAT
tapi
TIDAK MEMBELI. Tapi mereka salah, saya bukan orang yang seperti
itu. Saya jauh lebih kejam! TIDAK MELIHAT apalagi
MEMBELI . Hanya sekedar lewat!
Tapi tak apalah, mungkin ini bisa mereka jadikan pelajaran, bahwa bila ada
seorang manusia berwajah aneh berkulit putih eh rada kehitaman deng,
sebaiknya tidak usah bersusah payah menawarkan dagangan. Segera tutup toko
anda! Karena itu memudahkan perjalanan saya!

Itu dia akibat saya membiarkan saya bugs menggrogoti pikiran saya.
Untung saat ini saya sedang menjadi diri saya yang lebih pendiam. Siapa itu? Tidak-tidak, saya tidak akan menceritakannya
sekarang. Mungkin di post san saya selanjutnya. Oke. Bye.